Kota Hujan

Ada yang tersingkap diantara deru laju angkutan kota
berwarna hijau muda
bising menyaring napas yang tersengal-sengal
seperti mencari seteguk udara yang tinggal satu-satu


Berjejer manusia-manusia
tua muda dan belia
menunggu panggilan satu persatu suara
akan kemanakah tujuannya
Tanah Abang atau jakarta Kota

Kecipak sisa-sisa teritis hujan yang terinjak sepatu-sepatu itu
seakan rela dan pasrah begitu saja
padahal dalam bisu ia bicara betapa sesungguhnya ia terluka
ia turun sebagai rahmat dan sebuah nikmat

Sedang manusia angkuh
Ia bersikukuh
hujan adalah genang kenangan
hujan adalah benang kerinduan

Senja beranjak
waktu berangsur petang
dan aku
kehilangan

Desember, 2016

Komentar

Postingan Populer