Setiap diri mungkin tentu pernah merasa bersalah atas dirinya sendiri. Mungkin pernah melakukan sebuah kesalahan yang berdampak pada orang lain, atau pernah melakukan sesuatu yang tidak mengenakkan sehingga kamu merasa seolah-olah kesalahanmu itu fatal.
Memaafkan diri sendiri kadang lebih sulit, dari memaafkan kesalahan orang lain.
Padahal sebenarnya, memaafkan diri sendiri adalah salah satu proses penyembuhan sebuah sakit didalam hati. Memaafkan diri sendiri juga termasuk dalam proses menghargai diri sendiri.
Setiap orang pasti pernah berdosa, maka sebenarnya tak ada yang betul-betul sempurnah di dunia ini.
Apakah kamu pernah memaki? Pernah mencuri? Apa kamu pernah membuat orang disekitarmu kesal? Apa kamu pernah membuat seseorang yang kamu sayangi menangis? Jika pernah, mungkin kamu pernah merasakan penyesalan itu seperti apa rasanya.
Penyadaran atas kesalahan memang sering terlambat dan datang belakangan. Banyak orang semakin merasa terbebani ketika dia sadar apa yang telah dilakukan salah, apalagi masyaraka menuntut orang-orang tampil sempurna tanpa dosa.
Tetapi, bukankah hidup itu bukan mengenai kesempurnaan, akan tetapi pembelajaran. Marah pada diri sendiri boleh, mencaci maki, kesal, asal jangan sampai berlebihan. Dari situ mulailah untuk berkaca, dan menelisik relung hati, kemudian berusahalah untuk memaafkan diri sendiri.
Yakinlah bahwa setelah memafkan, semua akan terasa lebih ringan.
Kita terlahir, pasti ada masa dimana menemukan titik balik untuk merubah sesuatu dalam diri agar menjadi lebih baik. Baik bukan untuk orang lain saja, tetapi untuk diri sendiri (terutama).
Jadi, sudah memaafkan diri sendiri belum?


Komentar
Posting Komentar