Go Back"

Aku kembali berbenah. Menutup pintu yang sempat terbuka lebar-lebar. Menerima segala masukan, pertikaian hati, adu logika dan rasa. Kukira sudah mati, ternyata masih saja bernyawa dan terus hidup dalam dada.

Apakah aku bisa menjadi orang yang terlalu peduli menjadi tidak peduli? Menganggap apa yang telah terlewati hanyalah seperti dongeng sebelum tidur belaka. Apakah aku mampu? Benar-benar bisa merasa bahagia tanpa harus menerawang frasa apakah manusia seperti aku ini berhak untuk merasakan bahagia?

Aku pernah berpikir kalau mungkin kiranya pergi dari bumi ini, lalu hilang dari terkaan yang bisa mematikan hati. Tapi kutahu, banyak yang kusayangi disini. Dan bila aku pergi, dengan siapa aku nanti?

Bahagia ada, setelah mengecap getir –katanya.

Ada namun merasa tiada, seperti merasa sepi saat orang-orang tengah tertawa.

Akhir Januari ini aku merasa beruntung karena masih kuat bertahan ditengah perasaan yang kerap terombang-ambing seperti lupa akan tujuan.

Komentar

Postingan Populer