Remember you~

Aku masih ingat percakapan-percakapan usang yang telah termakan waktu. Ia tak tandus termakan musim. Masih terngiang di kepala, dan nyaris menutupi beberapa memori yang seharusnya telah kutinggalkan sejak lama.

Aku tidak tau persis senyumanmu seperti apa, dan suaramu bagaimana. Harus kudengar ulang sisa suaramu kala menyanyikan can’t help falling in love with you waktu itu. Entah apa maksudnya, waktu itu kau hanya menepati janji saja.

Aku tidak benci, aku tidak marah , aku juga tidak kecewa. Aku merasa beruntung kala itu. Bagaimana mungkin kau kujadikan topik utama kala senggang waktu berbagi cerita dengan teman sebaya.

Aku merasa biasa saja, tidak ada yang istimewa. Setelah akhirnya banyak orang yang membangunkanku dari tidur panjang. Kukira mati suri, ternyata bukan.

Aku masih belum menemukan alasan mengapa harus melupakan, atau harus menghapuskan. Kubilang tidak ada yang istimewa darimu.

Detik jarum jam terus berputar. Aku kepikiran kalau ada yang salah mengartikan lagi bahasa ini.

Tadi siang di antara jam 12:06 ada kembaranmu mungkin, atau reinkarnasimu. Persis dengan cara berdiri dan bicara.

Ia tepat berjalan didepan mata, lalu tersenyum. Manis sekali, rasanya aku mau berjabat tangan dengannya atau lebih-lebih menyempatkan waktu untuk bicara.

Hari ini pantas saja aku tersenyum dan tertawa. Rupanya sisa demam tadi pagi sudah pergi, apa mungkin karena dia?

Si gendut menyenggol ku, dan menepuk pundak ku. Jangan diam saja, aku ramal dia sudah ada kekasih di hatinya.

Kau tau? Aku mendadak patah hati begitu saja.

Komentar

Postingan Populer