S E R E N D I P I T Y
Ada yang tertinggal, sedikit dari banyaknya kata yang kerap hingar bingar di kepala. Sebelum kudapati kau ada disana, duduk termangu menanti sebuah kabar suka cita. Matamu kosong, nanar menatap arah yang tak jelas entah kemana.
Aku tersesat didalamnya, dan lalu kuracik mantra. Harap cemas aku berdoa bisa segera pulang, lalu sampai pada tubuh yang menungguku di ujung sana.
Kutinggalkan kau setelah sebelumnya aku bertahan dalam harap kau akan kembali pada jalan yang berarti.Namun, tidak kutemui satupun rubahmu. Kudapati kau lebih bahagia yang bukan dengan aku.
Akhirnya aku mampu pergi, Tanpa membawa luka yang semestinya hari ini masih menghampiri.
Sakit itu, aku terima dengan senang hati.
Suatu ketika kamu berpamit pulang, memberikan secarik surat yang sampai hari ini bersemayam dalam ingatan. Sebuah pesan dan ungkapan doa, dan kata-kata manis yang getir dirasa.
Malam menghujam, siang memudar, senja meredup tapi pagi memberi harapan baru yang terus membiru. Yang aku pelajari apa yang kita bisa beri, kelak akan menjadi apa yang akan kita terima. Bilapun kau hanya mampu memberi sebuah doa kebajikan, maka doa itu kelak akan sampai pada dirimu.
Bertemu orang yang belum sesuai, bisa jadi hanyalah kebetulan semesta yang ditakdirkan untuk jadi pelajaran hidup.
Kalau kau tak pernah patah hati, mungkin hatimu tak kuat seperti sekarang ini.
Jakarta, dalam cerita Januari.
Aku tersesat didalamnya, dan lalu kuracik mantra. Harap cemas aku berdoa bisa segera pulang, lalu sampai pada tubuh yang menungguku di ujung sana.
Kutinggalkan kau setelah sebelumnya aku bertahan dalam harap kau akan kembali pada jalan yang berarti.Namun, tidak kutemui satupun rubahmu. Kudapati kau lebih bahagia yang bukan dengan aku.
Akhirnya aku mampu pergi, Tanpa membawa luka yang semestinya hari ini masih menghampiri.
Sakit itu, aku terima dengan senang hati.
Suatu ketika kamu berpamit pulang, memberikan secarik surat yang sampai hari ini bersemayam dalam ingatan. Sebuah pesan dan ungkapan doa, dan kata-kata manis yang getir dirasa.
Malam menghujam, siang memudar, senja meredup tapi pagi memberi harapan baru yang terus membiru. Yang aku pelajari apa yang kita bisa beri, kelak akan menjadi apa yang akan kita terima. Bilapun kau hanya mampu memberi sebuah doa kebajikan, maka doa itu kelak akan sampai pada dirimu.
Bertemu orang yang belum sesuai, bisa jadi hanyalah kebetulan semesta yang ditakdirkan untuk jadi pelajaran hidup.
Kalau kau tak pernah patah hati, mungkin hatimu tak kuat seperti sekarang ini.
Jakarta, dalam cerita Januari.


Komentar
Posting Komentar