Even you still loving her
Hei.
Aku tahu dia teramat penting bagimu. Dia teramat berguna di kala itu, dan mungkin masih sampai hari ini.
Orang yang pernah amat kau cintai, yang pernah begitu besar kau bagi rasa sayang kepadanya. Dan orang itu pula yang pernah membuatmu menitikkan air mata kesedihan mendalam. Tapi orang itu pula yang membuatmu sulit melupakan sebuah kenangan.
Sampai saat ini aku bisa memahami apa yang menyita pikiranmu. Kenangan yang perlahan kerap melintas di kepalamu itu. Kerinduan yang kerap hadir tiba-tiba.
Aku juga tahu, semakin kerap kamu mengingatnya. Maka kamu akan semakin sering mengingatnya utuh kembali. Dia yang mungkin sudah bahagia bersama orang lain, yang tak kamu ketahui.
Kamu lupa. Bahwa mungkin ada yang ingin bahagia bersamamu nantinya. Ingin membantumu terbiasa tanpanya. Ingin membantumu lebih bahagia dari kisah sebelumnya. Ingin membuatmu tahu, bahwa ada cinta lain yang bisa kau jaga tanpa harus mengingat kembali kenangan bersamanya.
Ia teramat peka hatinya, sampai kau tak tahu jika seringkali ia menahan diam untuk membiarkanmu tenggelam mengingat orang lain. Ia sadar akan peran besar orang lain itu yang pernah membersamaimu ratusan hari lamanya.
Sekarang mungkin waktunya menyadari bahwa untuk apa keras berusaha? Jika hatimu masih ingin hidup dengan bayangan masa lalu itu? Untuk apa tegas menunggu bila yang ditugggu teramat bahagia mengingat kenangan-kenangan yang seharusnya sudah mulai ia lupakan. Untuk apa menunggu harapan hadir, jika harapanmu mungkin masih untuknya.
Jadi, jika akhirnya aku pergi kuharap kau pun tidak menyadari kesalahanmu itu.
Bukan kamu, tapi aku.
Aku tahu dia teramat penting bagimu. Dia teramat berguna di kala itu, dan mungkin masih sampai hari ini.
Orang yang pernah amat kau cintai, yang pernah begitu besar kau bagi rasa sayang kepadanya. Dan orang itu pula yang pernah membuatmu menitikkan air mata kesedihan mendalam. Tapi orang itu pula yang membuatmu sulit melupakan sebuah kenangan.
Sampai saat ini aku bisa memahami apa yang menyita pikiranmu. Kenangan yang perlahan kerap melintas di kepalamu itu. Kerinduan yang kerap hadir tiba-tiba.
Aku juga tahu, semakin kerap kamu mengingatnya. Maka kamu akan semakin sering mengingatnya utuh kembali. Dia yang mungkin sudah bahagia bersama orang lain, yang tak kamu ketahui.
Kamu lupa. Bahwa mungkin ada yang ingin bahagia bersamamu nantinya. Ingin membantumu terbiasa tanpanya. Ingin membantumu lebih bahagia dari kisah sebelumnya. Ingin membuatmu tahu, bahwa ada cinta lain yang bisa kau jaga tanpa harus mengingat kembali kenangan bersamanya.
Ia teramat peka hatinya, sampai kau tak tahu jika seringkali ia menahan diam untuk membiarkanmu tenggelam mengingat orang lain. Ia sadar akan peran besar orang lain itu yang pernah membersamaimu ratusan hari lamanya.
Sekarang mungkin waktunya menyadari bahwa untuk apa keras berusaha? Jika hatimu masih ingin hidup dengan bayangan masa lalu itu? Untuk apa tegas menunggu bila yang ditugggu teramat bahagia mengingat kenangan-kenangan yang seharusnya sudah mulai ia lupakan. Untuk apa menunggu harapan hadir, jika harapanmu mungkin masih untuknya.
Jadi, jika akhirnya aku pergi kuharap kau pun tidak menyadari kesalahanmu itu.
Bukan kamu, tapi aku.


Komentar
Posting Komentar