Blabbering

Malam ini diantara pukul 22.22
Aku dengan diriku sedang saling bicara. Menggerutu. Selalu saja begitu, aku ingin terus mengerti orang lain. Tapi aku sadar bahwa orang lain tidak mengerti kita.

Aku membayangkan tengah tertidur di kamar usang lamaku. Dengan baju tebal milik ayah yang aku pakai setiap kali aku pulang ke rumah. Bolong di bagian tengah sedikit karena rokok ayah waktu itu.

Tiba-tiba aku rindu suara " kamu masih mau nonton tv apa mau tidur? Ayah udah ngantuk."

Tahun-tahun sebelumnya terlalu singkat untuk sekedar berbagi dan menerima. Kami memang kerap memperdebatkan hal kecil di telepon. Apapun itu, ayah adalah teman terbaik.

Aku juga rindu aroma ikan yang digoreng malam-malam sebelum untuk bersahur. Lalu akan loncat dari kamar tidur, dan bilang aku pengen makan.

Ibu kadang faham isi kepalaku. Meski aku tidak menceritakan hal tersebut kepadanya.

Tiba-tiba teringat suatu hal, nanti ibu menua dengan siapa ya? Aku juga mau membersamainya.  Akankah aku menemukan cinta yang akan mengerti keinginanku kelak? Karena bagaimanapun juga kelak surgaku bersamanya.

Ibu sedang khawatir siapa yang akan menemani sisa usianya nanti, bapak mungkin juga sama. Mereka tak mengucapkan, tapi aku merasakannya.

Sim, ga ada yang perlu khawatirkan. Allah kan pasti akan tunjukkan jalan. Yang terpenting sekarang ayolah terus berbakti, bahagiakan mereka, sayangi mereka selalu dan jangan membuatnya sedih dan khawatir.

Komentar

Postingan Populer