Memulai?
Selalu ada waktu yang terasa begitu panjang dalam hidup, namun juga selalu ada saja waktu yang terasa singkat. Persamaannya hanyalah kita tidak bisa menghentikannya begitu saja, atau merubahnya sesuai maunya kita.
Kembali menelisik begitu banyak mimpi yang belum terwujud. Entah aku yang belum bisa mencapainya, atau kesempatan yang belum memihak. Rasanya sedih, tapi memang itulah kenyataanya.
Apakah aku kurang mengusahakannya? lalu aku juga kurang mendoakannya?
Even I remember that I am less of support, buta someday I am sure that I can do anything. Ya, just go back. I am truly love with my life, Although I know that not everyday I feel happy. But this my life, and this is me. Kalau ga ada yang mencintaiku, ya inilah aku yang akan mencintaiku.
Jangankan menjamah Eropa, Asia saja belum. Jangankan menjama Asia, ruang lingkupku masih sebatas pulau Jawa. Jakarta, rumah kepergian dan berpulang. Allah pasti tahu segalanya yang kumau. Tapi Allah tentu juga tahu hanya sebatas mana kesanggupanku.
" Kamu nggak ingin kuliah Sim? Sayang lho sama bakatmu, padahal kalau aku lihat kamu banyak potensi."
" Jangan kerja terus Sim, coba sambil kuliah. Kamu bisa kan memanage waktumu?"
" Jangan kerja terus Sim, inget kuliah. Kamu kan salah satu yang ingin turut serta mencerdaskan anak bangsa."
" Ga coba ambil beasiswa Sim? Biar ngga sayang sama isi kepalamu itu lho."
Dan mungkin banyak lagi kata ingatan, semangat yang ngingetin aku buat sekolah lagi.
Well, berteman dengan temen-temen keren yang actually sering banget aku minder. Even they are talking about life, coulege, and many more. And I don't know to tell and to show what I feel.
Aku tau tidak lebih dan tidak kurang hanyalah mengenai hal umum yang mungkin karena ada sedikit minat baca, atau ingin tahu.
Dengan apa yang aku kerjakan, hidup sebagai budak kapitalis. Berusaha membagi hasil antara Orang tua, dan kehidupan sehari-hari.
Kalau ditanya pernah nggak kamu iri sama temen-temenmu yang punya? Iya jelas aja pernah. Merela mau ini tinggal minta, mau itu tinggal ngomong. Kerja mungkin hasilnya untuk diri sendiri. Masih bisa tibaa-tiba jalan kesana sini.
Itu tidak buat aku kan? Tapi mungkin itu adalah petunjuk dari Tuhan kalau aku mau seperti mereka, ya aku harus lebih berusaha. Iya bukan?
** lagi jam-jamnya laper tapi ngga pengen masak mie.**
Aku percaya kalau mungkin bukan aku ya salah satu keluargaku, dan aku masih ada harapan untuk mengusahakan apa yang terbaik untuk anak-anakku nanti. *helloo udah ngomong anak aja lo sim
I know I have many dreams, but kalau Allah berkehendak lain untukku dengan jalan kebahagiaan lain dalam menggapai mimpi, aku terima dengan sebaik-baiknya. Aku ikhlas.
Semoga yang baik menjadi lebih bai, yang sulit dimudahkan, dan satu persatu banyak jalan yang dipermudahkan.
Aaamiin Allahumma Aamiin
Kembali menelisik begitu banyak mimpi yang belum terwujud. Entah aku yang belum bisa mencapainya, atau kesempatan yang belum memihak. Rasanya sedih, tapi memang itulah kenyataanya.
Apakah aku kurang mengusahakannya? lalu aku juga kurang mendoakannya?
Even I remember that I am less of support, buta someday I am sure that I can do anything. Ya, just go back. I am truly love with my life, Although I know that not everyday I feel happy. But this my life, and this is me. Kalau ga ada yang mencintaiku, ya inilah aku yang akan mencintaiku.
Jangankan menjamah Eropa, Asia saja belum. Jangankan menjama Asia, ruang lingkupku masih sebatas pulau Jawa. Jakarta, rumah kepergian dan berpulang. Allah pasti tahu segalanya yang kumau. Tapi Allah tentu juga tahu hanya sebatas mana kesanggupanku.
" Kamu nggak ingin kuliah Sim? Sayang lho sama bakatmu, padahal kalau aku lihat kamu banyak potensi."
" Jangan kerja terus Sim, coba sambil kuliah. Kamu bisa kan memanage waktumu?"
" Jangan kerja terus Sim, inget kuliah. Kamu kan salah satu yang ingin turut serta mencerdaskan anak bangsa."
" Ga coba ambil beasiswa Sim? Biar ngga sayang sama isi kepalamu itu lho."
Dan mungkin banyak lagi kata ingatan, semangat yang ngingetin aku buat sekolah lagi.
Well, berteman dengan temen-temen keren yang actually sering banget aku minder. Even they are talking about life, coulege, and many more. And I don't know to tell and to show what I feel.
Aku tau tidak lebih dan tidak kurang hanyalah mengenai hal umum yang mungkin karena ada sedikit minat baca, atau ingin tahu.
Dengan apa yang aku kerjakan, hidup sebagai budak kapitalis. Berusaha membagi hasil antara Orang tua, dan kehidupan sehari-hari.
Kalau ditanya pernah nggak kamu iri sama temen-temenmu yang punya? Iya jelas aja pernah. Merela mau ini tinggal minta, mau itu tinggal ngomong. Kerja mungkin hasilnya untuk diri sendiri. Masih bisa tibaa-tiba jalan kesana sini.
Itu tidak buat aku kan? Tapi mungkin itu adalah petunjuk dari Tuhan kalau aku mau seperti mereka, ya aku harus lebih berusaha. Iya bukan?
** lagi jam-jamnya laper tapi ngga pengen masak mie.**
Aku percaya kalau mungkin bukan aku ya salah satu keluargaku, dan aku masih ada harapan untuk mengusahakan apa yang terbaik untuk anak-anakku nanti. *helloo udah ngomong anak aja lo sim
I know I have many dreams, but kalau Allah berkehendak lain untukku dengan jalan kebahagiaan lain dalam menggapai mimpi, aku terima dengan sebaik-baiknya. Aku ikhlas.
Semoga yang baik menjadi lebih bai, yang sulit dimudahkan, dan satu persatu banyak jalan yang dipermudahkan.
Aaamiin Allahumma Aamiin


Komentar
Posting Komentar